7  UAS-2 My Opinions ٩(ˊᗜˋ )و

Opini Berpengaruh tentang Kemiskinan Global

My Opinions

Pengentasan kemiskinan global selama puluhan tahun gagal karena fokus pada distribusi, bukan pemberdayaan. Bantuan pangan, subsidi tunai, dan hibah darurat memang menyelamatkan nyawa, tetapi tidak mengubah posisi struktural masyarakat miskin dalam sistem ekonomi. Fakta bahwa kemiskinan ekstrem meningkat kembali pasca pandemi COVID-19 menjadi bukti nyata rapuhnya pendekatan lama.

Pendidikan, teknologi, dan kebijakan publik harus berhenti memposisikan masyarakat miskin sebagai penerima. Mereka harus ditempatkan sebagai pencipta nilai. Inilah pergeseran mental yang wajib dilakukan jika Sustainable Development Goal 1 ingin tercapai secara nyata.

Opini saya tegas. Kemiskinan tidak dapat diselesaikan tanpa rekayasa agensi. Selama orang miskin tidak memiliki kendali atas keputusan ekonomi, pendidikan, dan kerja mereka, kemiskinan akan terus diwariskan. Dunia saat ini tidak kekurangan dana, teknologi, atau pengetahuan. Dunia kekurangan sistem yang menyatukan ketiganya dalam satu kerangka tujuan kemanusiaan. Oleh karena itu, kta harus melakukan transformasi radikal dalam cara kita memandang “bantuan” bagi kaum miskin, serupa dengan pergeseran dari pembelajaran hafalan ke VALORAIZE Learning.

Contoh: Petani miskin tidak hanya diberi uang, tetapi diberikan modal untuk menghasilkan “Peta Pertanian” (rencana tanam) atau produk lokal yang kemudian “dibeli” oleh pasar global atau pemerintah dengan harga yang adil (mata uang fiat) atau akses layanan (mata uang poin/sosial).